Skip to content

29 Juni 2012

MENDOBRAK HAMBATAN MENULIS JILID 2

Mengatasi hambatan-hambatan masalah lembaran kosong, menulis cepat memberikan kemajuan nyata dan langsung. Menulis cepat (fastwriting)

Kegiatan menulis cepat sama seperti kegiatan membaca cepat. Saya tidak tahu mengapa dalam menulis cepat tidak ada dalam kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal kenyataanya membaca dan menulis sama-sama sebuah keterampilan. Membaca apabila tidak dilakukan dengan pembatasan waktu hasilnya kurang maksimal. Teori kebahasan menyatakan bahwa siswa tingkat SMP seharusnya sudah bisa membaca dengan pemahaman yang tinggi dengan kecepatan 250 kata/satu menit. Namun kenyataannya banyak siswa belum mencapai standar itu, he he jangan-jangan kita juga seperti itu. Saya waktu mengajar kompetensi dasar membaca cepat, lucu sekali. Aku lihat siswaku kelihatan tegang, badan tegak semua, pandangan fokus pada bacaan. He he aku tebak jantungnya dag dig dug tak karuan, ternyata benar, mereka menjawab seru “Iya Bu…”, Ho ho padahal ketika membaca intensif mereka tidak bersikap siap siaga seperti itu. Pertama praktik mereka belum bisa menyelesaikan 250 kata dalam waktu satu menit. Praktik ke dua hanya beberapa siswa yang berhasil. Baru praktik ketika siswaku semua berhasil. Yang menakjubkan ketika aku uji pemahaman mereka dengan 15 soal pertanyan dengan saya batasi waktu juga yaitu 10 menit mereka dapat menjawab soal dengan benar. Bacaanya waktu itu perjalanan Ceng Ho. Akhir pelajaran aku merefleksi pada siswaku, Jika kalian membaca apa saja apakah itu Sejarah, Biologi, Pkn, lakukan membaca dengan membatasi waktu baca kalian.

Nah begitu juga kalau kita mau meningkatkan keterampilan menulis. Lakukan dengan menulis cepat. Menulis cepat membantu Anda mengatasi lembaran kosong dan melihat kemajuan dengan segera.

Untuk menulis cepat, gunakan pengaturan waktu (timer), katakanlah lima menit untuk memulai. Lalu mulailah menulis tentang topik Anda, atau yang lainnya. Teruskanlah menulis hingga waktu habis. Ini berarti selama lima menit yang padat, Anda menulis secepat mungkin, tak pernah berhenti untuk mengumpulkan gagasan Anda, membentuk kalimat, memeriksa tata bahasa, mengulangi, atau mencoret sesuatu. Karena cara penulisan ini, tulisan ini tampak berantakkan dan mengandung kesalahan ejaan, pemikiran yang tidak sempurna, dan kalimat-kalimat yang serampangan. Taka apa.

Anda juga akan mengalami saat-saat ketika Anda tak dapat berpikir tentang hal lain yang harus ditulis, atau mungkin jari Anda yang pegal akan mengalihkan Anda dari topik Anda. Jika itu terjadi, tulis saja :Apa lagi, apa lagi, apa lagi, “ atau “ aduh, tanganku pegal, “ atau kata -kata yang muncul dari benak Anda, sampai topic Anda kembali.

Untuk membiasakan diri dengan proses ini, lakukan menulis cepat untuk meningkatkan periode waktu. Mulalah dengan waktu lima menit, lalu tujuh menit kemudian sepuluh menit, dua belas, lima belas, dua puluh menit. Untuk subjek yang sangat kompleks sangat kompleks, Anda mungkin akan membutuhkan empat puluh lima menit. Menulis cepat menjernihkan pikiran Anda, memusatkan gagasan-gagasan Anda dan membuat yang tak tampak menjadi tampak.

Nah membaca dengan menulis adalah sama-sama sebuah keterampilan berbahasa. Membaca tanpa kita batasi waktu maka yang terjadi pikiran kita mengembara kemana-mana mencari alamat palsu. Palsu membaca berjam-jam tetepi ketika menguji diri dengan mengerjakan soal-soal, jari kita membuka lagi halamandemi halaman ke belakang. Tunggu apa lagi? Menulis cepat tidaklah mustahil, bukan.

Begitulah Tuhanku, Allah. Mengajariku untuk mengerjakan sesuatu dengan pembatasan waktu, “Demi masa (waktu) sesungguhnya manusia dalam kerugian…”

 

From → coretanku

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: