Skip to content

4 ALASAN NGEBLOG ENAK

29 Juni 2012

4 ALASAN NGEBLOG ENAK

Ngeblog enak? Jenis makan macam apa itu? Kalau ngeblog berjenis makanan. Seenak empeng-empeng Palembang. Seenak soto Kudus atau jenangnya yang sudah kesohor setanah air. Wah ge er kekudusanku muncul. Iya setiap orang dengar kata Kudus wah jenangnya mbak. Hi hi padahal suku pedalaman yang ada di tanah air gak bakal memunculkan pertanyaan itu, lha wong kosa kata jenang tidak ada dalam memori mereka.

Bicara kosa kata enak ingat pada pak Jawardi ketika nge -tweet makan soto pak gareng enak , dijawab balas pak Budi Raharjo enak bagaimana. Beliau glagep gak tahu sambil kukur-kukur mungkin ya pak, hem “enak”, duh enak ya enak kata mbak he he lupa namanya siapa ya sorry mbak lupa.

Lha ini ngeblog kan tidak jenis makanan kok menggunakan kata enak. Bukan kah kosa kata ini yang menangkap panca indra lidah. Wah wah guru bahasa Indonesia ngawur ini menyalahi teori yang diberikan para siswanya. Padahal kan kalau menulis artikel harus menggunakan kata atau kosa kata yang sesuai. Nah ini lah blog, blog kan diary bolehlah menulis bergaya informal. Dengan demikian kata enak boleh aku gunakan untuk mendeskripsikan bahwa ngeblog itu sesuatu kegiatan yang mengasyikan dan menyenangkan. He he kalau dari tinjauan teori bahasa kata enak mengalami perubahan makna kata yang disebut dengan perubahan sinestesia. Hayo masih ingatkan pelajaran ini.

4 alasan kalau aku ditanya emang ngeblog enak? Padahal apa untungnya. Capek-capek baca kemudian nulis-nulis. Setidaknya inilah alasanku: 

Nekat ngebut tidak benjut: bonek

Emang blogger itu bonek. Bondo nekat. Hadirnya blog, sesuatu yang dibutuhkan manusia manusia kreatif. Sebab informasi adalah bahan mentah perubahan. Dunia terus berubah dengan kecepatan yang luar biasa, yang sebagian besar disebabkan dan kesediaan informasi yang sangat banyak dan sangat mudah diakses. Semakin cepat informasi keluar dan diterima oleh orang, semakin cepat orang menyerapnya, mengkombinasikan dan merekombinasikannya untuk menciptakan konsep, teori, fakta, dan penemuan baru yang lebih banyak lagi.Hal ini menyebabkan perubahan dunia yang selalu bertambah cepat.

Ini mempunyai implikasi yang luar biasa besarnya bagi kita sebagai pengusaha, guru, murid, orang tua, dan warga dunia yang bertanggung jawab. Pola pikir lama dan adaptasi pasif mungkin cukup membuat kita hanyut bersama arus, tetapi untuk menjadi efektif dan terinformasi, kita harus mengendalikan gelombang informasi pascaindustri. Kita memerlukan keterampilan berpikir yang membuat kita mampu mengasimilasikan informasi baru untuk digunakan rumah bisnis dan sekolah kita. Kita secara kreatif perlu mengadaptasi informasi itu untuk hidup kita agar mendapatkan hasil yang positif.

Nah kalau kita yang hanya modal pas pasan. Ngetik pas dengan dua jari, modal ngenet pas di sekolah. Lha kalau ngak bonek mana bisa jadi manusia kreatif, he he adanya manusia kere dan aktif hupss… maksutmu nyuri? He he tergantung Anda menafsiri.  Dengan ngeblog kita dapat mewujutkan diri kita manusia yang kreatif. Kreatif bukan milik seniman, ilmuwan, atau penemu. Kita pun bisa disebut kreatif berkat ngeblog. Orang kreatif menggunakan pengetahuan yang kita semua memilikimya dan membuat lompatan yang memunkinkan kita memandang segala sesuatu dengan cara-cara yang baru. Nah enak kan.

Orang kreatif itu orang yang selalu ingin tahu, suka mencoba, senang bermain, intuitif; dan Anda mempunyai potensi untuk menjadi orang kreatif seperti itu. Nyombong dikit ya, bolehkan he he untuk mendeskrisikan aja kok. Kalau aku ngak bonek aku mungkin ngak kenal kosa kata seo, blog wolking, silent reader bla bla bla. Karena aku hanya modal pas pasan. Mau buat blog aku lakukan kebo nyusu gudel . Sampai- sampai aku mau menanyakan gak tahu kosa kata apa untuk mewakili perasaan dan pikiranku sehingga anakku menggerutu “Ummi (ibu) itu nanya apa sih, ngak jelas gitu. Aku jawabnya ya ngak jelas juga kan Mi.” Padahal aku sebenarnya mau nanya itu lho nak cara buat backlink. He he dulu aku tanyanya dengan kalimat yang panjang “ nautkan artikel kita ke artikel blog orang lain sehingga….”. Karena aku bonek ikut lomba blog yang dilombakan oleh omjay yang harus ada tiga backlinknya. Nekat kan baru kenal blog. Baru bisa nulis aktif di blog satu bulan, di bulan November. Dan ikut lomba pada bulan Nopember.

Gatoloco

Kosa kata apaan ini. Aku gunakan istilah ini pada teman-temanku kalau sedang bergurau. Bergurau kalau melakukan pekerjaan tanpa didasari ilmu. Termasuk kalau mengajar tanpa strategi pembelajaran. Asal bisa ngomong apa susahnya jadi guru, nah he he itulah guru gatoloco. Gatoloco itu enak tanpa banyak persiapan, asal dijalani aja niatin bonek aja gitu. Ngeblog ya begitu jalani aja . Coba dan coba. Tulis dan tulis . Urusan di baca orang Alhamdulillah ya sesuatu he he kok aku suka kata-kata ini padahal kalau ada syahrini pinginnya lihat Dian Sastro Wardoyo. Kalau ngak dibaca kebangten ya udah- capek-capek kok tidak dibaca, ini bercanda teman . Jangan diambil ati atau dimasukin ke ati.tetapi kalau dimasukin ke ati kemudian tulisan ini dibaca berulang-ulang seperti baca surat cinta ya Alhamdulillah sesuatu…

Oh iya teman-teman gatoloco kalau aku cari padanannya ya try and error , coba dan coba sehingga akan didapatlah sebuah ilmu.

Penampakkan.

Penampakan. Hantu begitu, maksutnya? Kalau kita ngeblog itu, seperti penampakan . Hambatan untuk menulis hilang sirna. Karena pas kita ngeblog seakan- akan kita sedang sehingga kita seakan-akan bercakap-cakap atau chatting. Kita nulis yang tampak adalah wajah teman-teman blogger kita yang kita dapatkan dari blogwolking. Ini kali ya manfaat blogwolking. Seperti yang aku lakukan sore ini . Aku nulis gini hadir wajah-wajahnya pak Jawardi yang sedang mangku laptop, mbak Sholehah dengan gambar bunga mawar merah jambu, mbak gadis jeruk dengan mejeng pake kerudung kuning, terakhir mas giewahyudi yang kalem.

Desentralisasi

Nah kalau ini keliatan ilmiah. Kata ini aku dapatkan pada mata kuliah manajemen berbasis sekolah (MBS) di UT. Maklumlah masih anget. Bahwa dengan adanyanya sistem desentralisasi sekolah punya hak untuk mengatur dirinya sendiri. Kesimpulanku begitu ketika aku baca MBS. Jadikan enak bisa ngatur-ngatur diri. Mana yang sekiranya cocok kita tampilkan mana yang tidak. Dulu kalau kita buat artikel sebelum ada blog wuh… harus lulus sensor yang empunya majalah apakah artikel yang kita buat sesuai dengan karakter majalah atau tidak. Sentralistik kan. Sehingga mematikan bakat-bakat terpendam kita. Tetapi dengan blog hapus dah aturan itu. Kita menulis kita juga yang menerbitkan. So berbagai ide-ide akan bermunculan bisa dibilang berdesak-desakan untuk segera dikeluarkan dari otak kita.huah hebat kan. Enak kan ngeblog itu.

 

 

 

From → coretanku

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: