Skip to content

MENDOBRAK HAMBATAN MENULIS JILID 3

29 Juni 2012

MENDOBRAK HAMBATAN MENULIS JILID 3

Cara ketiga untuk mendobrak hambatan menulis adalah menunjukkan bukan memberitahu (show not tell)

Bahasa tulis berbeda dengan bahasa lisan. Bahasa tertulis tidak terikat waktu, ruang, dan situasi atau keadaan. Ketika kita secara tak sengaja berpapasan dengan sahabat lama, ngobrol lama. He he tak terasa sudah lama namun terasa juga perut dan tenggorongkan minta sesuatu. Tiba-tiba Anda spontan bilang, “ hei soto dan es degan pelangi pak Kerso enak”. Nah teman Anda tidak perlu penjelasan lebih lanjut, karena apa? Situasi dan waktu sudah cukup menjelaskan atas pemberitahuan Anda Kalau soto dan es pak Kerso enak. Lha wong teman Anda melihat mimik mukamu yang ekspresif dan di tambah aksi mu yang sangat kelaparan bin kehausan.

Akan tetapi, bagaimana kalau Anda menulis di blog Anda dengan kalimat pemberitahuan, “Soto dan es degan pelangi pak Kerso enak” Aku jamin Postingan Anda akan terbentuk dalam satu paragraf saja. Sudah selesai. Mampet mau menulis apa lagi? Wong sudah selesai memberitahukan. Secara tata bahasa kalimat itu tidak salah. Namun kalimat tersebut tidak mempunyai kekhasan yang membuat deskripsinya menjadi hidup. Apa sebenarnya arti “enak”? Mungkin gagasan Anda tentang enak berbeda dari gagasan pembaca blog Anda.

Oke agar kita tidak mampet di tengah  jalan ketika menulis topik untuk kita postingkan adalah kita kudu melakukan cara” Menunjukkan bukan membertahu (show not tell) Teknik ini mengambil bentuk” kalimat –kalimat memberitahu “ kemudian menjadi “paragraf-paragraf yang menunjukkan”.

Penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi para penulis. Ketika Anda belajar menulis deskripsi, Anda akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. Anda akan mengubah pernyataan-pernyataan  kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami, tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi. Hayo ingat akan kisah Rendra dan Ainun Najib kena cekal karena tulisan-tulisannya. Begitulah bahasa deskripsi, bahasa yang plastis. Orang membaca seolah-olah mendengar, melihat, dan mengalami sendiri apa-apa yang digambarkan penulis.

Cobalah Anda ingat-ingat. Pikirkanlah tentang contoh-contoh tulisan yang benar-benar “menarik Anda”__ paragraf-paragraf awal dari novel misteri, surat pribadi yang sangat mesra, karangan politik yang penuh semangat. Apa sebenarnya dalam tulisan itu terasa sangat mencekam? Terlepas dari jenis tulisaanya, alasan Anda begitu terkesan adalah kata-katanya menyebabkan terbentuknya gambaran dalam benak Anda dan meningkatkan perasaan Anda. Misalnya, jika Anda membaca surat permintaan sumbangan suka rela, Anda segera mengambil uang jika penulisnya menjelaskan secara terperinci seperti apa tampaknya, rasanya, dan kedengarannya seorang anak balita ditabrak mobil di Cina yang bulan-bulan lalu menjadi berita hangat di dunia maya.

Dengan menggunakan imajinasi, “Menunjukkan bukan memberitahu (show not tell) mengubah kalimat-kalimat kering menjadi deskripsi yang menajubkan. Coba kita ubah kaliamat memberitahukan menjadi paragraf yang menunjukkan.

Dari “Kalimat-kalimat memberitahukan”

Ini hari yang indah.

Hingga “paragraf-paragraf yang menunjukkan”

Saat ia membuka jendelanya di hari Sabtu pagi yang cerah itu, ia merasakan kesegaran yang menebar di udara. Dedaunan di setiap pohon kemilau terkena pantulan sinar mentari. Hamparan bunga yang beraneka warna menghiasi jalan masuk berseru “Musim hujan telah berganti” Dan di atas semua itu, gumpalan-gumpalan awan putih berarak di langit biru yang sangat cerah.

Sekarang tunggu apalagi? Mulailah postingan Anda dengan tiga cara yang sudah kita bahas bersama-sama: Pengelompokkan, menulis cepat, dan menunjukkan bukan memberitahu. Sebab kita memang di takdirkan untuk menulis!

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. (Al Alaq: 1-4)

From → coretanku

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: