Skip to content

MENDOBRAK HAMBATAN MENULIS JILIT SATU

29 Juni 2012

MENDOBRAK HAMBATAN MENULIS JILIT SATU

Sering Anda dan juga saya mengalami hal seperti  ini. Huuh kenapa ya kok begitu sulit apa yang sudah ada dalam  kepala untuk dituangkan dalam tulisan yang enak dibaca. Padahal aku pingiin sekali menulis. Menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiranku . Hambatanku menulis bukan karena aku malas. Bukan karena kerjaan kantor  yang bajibun numpung. Internet yang tidak terkoneksi di mana aku tinggal. Tidak juga miskin ide justru malah terlanjur kaya he he banyak ide maksutku.

Bayangkan bahwa pikiran Anda adalah tempat penyimpanan ide-ide panas, bergejolak, mendidih, yang meletup-letup untuk segera dapat keluar. Bendungan yang menahannya adalah hambatan penulis. Begitu kuatnya bendungan itu sehingga ia benar-benar menghambat Anda untuk menggerakkan jari-jari Anda di atas key board dan memulai menulis. Tetapi jangan berkecil hati. Tidak mengalirnya ide-ide bukan berarti tak ada!

Bayangkanlah bahwa suatu keretakan kecil muncul pada bendungan itu, dan ide-ide mulai merembes keluar, perlahan pada awalnya. Begitu besar tekanan di balik rembesan itu sehingga keretakan itu semakin besar dan ide-ide panas pun segera menyembur keluar. Akhirnya bendungan itu bobol dan banjir kata-kata keluar dengan derasnya. Lautan kreativitas (bacanya dengan bergaya Doreimon ya)

Pada postingan kali ini saya akan menunjukkan kepada Anda tiga cara mendobrak dan menghancurkan bendungan. Yang pertama adalah dengan pengelompokkan, sedang kedua menulis cepat, dan ketiga menunjukkan bukan memberitahu. Ketiga cara ini sudah saya praktikkan dan sungguh menyenangkan. Dua postingan terakhir saya sungguh luar biasa, menurut parameter saya lho mencari ide dan menuangkan dalam bentuk tulisan hanya butuh kurang dari satu jam saja. Padahal dulu wuah hanya merembes tes..tes… seember gak penuh- penuh. He he maksutku satu halaman belum kelar- kelar terpenuhi. Tetapi dengan tiga cara di atas: mengelompokkan, menulis cepat, dan menunjukkan bukan memberitahu. Wow menakjubkan sampai-sampai suamiku berkomentar weh cuepet’e  rek ketika aku menulis “ PIN: Pekan Ini Ngeblog”. He he karena melihatku mengetik tak seperti biasanya jari-jariku cepat menari-nari di atas key board. Yuk ah ngalor ngidulnya,  kita bahas satu -satu:

  1.        Pengelompokkan

Menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Inilah yang harus kita pahami terlebih dahulu. Sehingga Anda dan saya sepakat bahwa  kita semua adalah penulis. Baca di sini

Pengelompokkan  yang dikembangkkan oleh Gabriele Rico adalah suatu cara memilah pemikiran-pemikiran yang saling berkaitan dan menuangkannya di atas kertas secepatnya, tanpa mempertimbangkan kebenaran atau nilainya. Suatu pengelompokkan yang terbentuk di atas kertas hampir seperti proses berpikir yang terjadi dalam otak Anda, walaupun dalam bentuk yang sangat disederhanakan.

Langsung saja kita priktikkan silahkan Anda ambil kertas. He he karena aku peribadi kontradiksi kertasku di atas memoriku saja . Takut lupa naruh.

Ketika aku mau membuat postingan “   NGEBLOG: TANPA KETERAMPILAN MENULIS MUSTAHIL”

Awal mula yang ada dalam tulisan di memoriku biasanya aku leyeh-leyeh istiharat di atas kasur untuk melakukan pengelompokkan, adalah kata MUSTAHIlL. Selanjutnya akan aku munculkan kata -kata lain dan munculnya alamiah saja, ada kata internet, ngeblog, bayi, supermarket, hotel mewah. Setelah hatiku bersorak, Aha! Lanjut aku turun kasur buka laptop trala jadilah Tulisan kreatif saya “ NGEBLOG: TANPA KETERAMPILAN MENULIS MUSTAHIL”. Padahal sekilas tidak ada hubungannya kata mustahil, internet, ngeblog, bayi, supermarket, hotel mewah. Betul , kan kawan seperti tak ada hubungannya pengelompokkan kata yang aku lakukan. Yuk latihan sama-sama buat pengelompokkan.  He he sambil nunggu dua cara lagi mendobrak bendungan hambatan menulis dipostinganku selanjutnya.

From → coretanku

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: