Skip to content

NGEBLOG: SERENYAH UYA MEMANG KUYA

29 Juni 2012

NGEBLOG: SERENYAH UYA MEMANG KUYA

Tahu kan Anda acara yang di tayangkan pada stasiun swasta. Acara ini renyah, Kuya Memang Kuya. Lihat bagaimana orang-orang yang ada di mall, mereka mau menyempatkan waktunya untuk berhenti berbelanja . Dan dua dari sekian puluhan pengunjung mall bersedia dikerjain. Biasanya bahkan bisa dikatakan selalu yang menjadi sasaran Kuya adalah dua muda-mudi yang masih berstatus pacaran.

Secara pribadi saya tidak suka pada acara ini. Saya melarang anak-anak untuk menonton. Alasanku tontonan ini tidak pas ditayangkan untuk anak-anak. Tayangan ini minim bernilai edukasi. Setiap acara ini tayang selalu menggunakan  Alur yang sama. Kuya mendatangi sebuah mall. Lalu ia mencari mangsa weh memang apaan dia. Ya aku sebut sasaran saja deh  bukan mangsa. Kok aku gak enak hati kalau nyebut yang kasar –kasar. Sasaran atau target, Kuya selalu mencari muda mudi yang statusnya pacaran kalau tidak pacaran ya teman tapi dekat. Setelah target dapat dan mereka mau menerima perjanjian. Mereka diminta duduk untuk dihipnotis. Hipnotisnya secara bergantian. Pertanyaan siap diajukan pada target. Pola dan jenis pertanyaannya  setiap tayang  juga sama, sekitar perasaan cinta pada masing-masing pasangan. Orang-orang yang menonton  dibuat senang dan ketawa-tawa pas salah satu mengungkapkan perasaan hati mereka.

Ya betul mereka senang dengan acara ini, baik sebagai penonton atau sebagai target yang mau dikadalin. Pertanyaanya mengapa orang suka acara itu? Coba kita cermati barang sejenak saja he he tidak lebih lima menit saja ya. Kuya datang . Kuya cari target. Kuya menghipnotis. Lalu ia mengajukan pertanyaan. Selalu begitu setiap tayang. Acara ini monoton sekali. Tidak ada kreatif –kreatifnya. Tetapi mengapa menarik? Yap ternyata satu saja kepintaran sang pembuat acara ini. Ia tahu betul bahwa manusia ingin berbagi. Berbagi apa yang ada di hati dan pikiran. Nah sifat dasar inilah yang dimanfaatkan sang pembuat ide acara Kuya Memang Kuya.

Lalu bagaimana dengan ngeblog Anda? Renyah. Gurih. Manis. Atau tiga rasa sekaligus. Jadi malah ngiklan permen nano-nano gini ya. Padahal TV aja udah ngak mau ngiklanin permen ini. Maksut saya kita bisa eksis ngeblog seperti satu acara yang sudah aku sebutin di atas kalau kita punya semangat berbagi. Berbagi apa yang kita rasakan dan kita pikirkan. Baik keadaan sedang galau, sendu, sedih,cemas, senang atas peristiwa yang melanda, kampung hati kita.

Meski kita baru sedih dan kawan-kawannya juga ikut he he itu lho mbak galau, mbak sendu, dik cemas tetap aja ngeblog. Ungkapkan saja dengan kata-kata. Tidak harus datang ke kantor ini ke kantor itu. Kalau berani datang sih lebih bagus, asal tidak dengan marah-marah. Aduh malah sampai menghilangkan nyawa sendiri. Padahalkan perjuangan belum selesai .Masih panjang ini Kok pejuang malah mati bunuh diri. Kan tidak happy banget. Atau ngrusak barang-barang yang mana ini menjadi fasilitas publik. Lalu  siapa yang rugi. Hayo kita sendiri yang rugi.

Begitu juga kalau hati kita lagi senang, geblog juga lah. Tidak usah khawatir dikatakan sombong ah, pamer, segitu doang dipamerin. Tidak bakalan silent reader berguman begitu. He he meskipun berguman begitu santai aja aku jamin Anda tidak akan dengar, percayalah padaku. Ah becanda saja diriku ini. Tetap saja tulis bila kita baru senang mendapatkan uang banyak, laptop acer rumah barang kali karena  habis menang kontes. Sebab itu tadi manusia itu senang berbagi. Dan kita pun mau menerima. Jadi memang ngeblog itu renyah, serenyah Kuya Memang Kuya.

From → coretanku

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: