Skip to content

SSST…NGEBLOG MENCIPTAKAN KESHALIHAN SOSIAL LHO

29 Juni 2012

SSST…NGEBLOG MENCIPTAKAN KESHALIHAN SOSIAL LHO

Percaya? Ragu-ragu? Atau tidak percaya? Termasuk yang manakah Anda ? Dalam mensikapi pernyataan saya bahwa ngeblog dapat menciptakan keshalihan sosial. Kebaikan yang kita miliki akan berimbas kepada orang lain. Satu orang lain yang terpengaruh atas kebaikan kita, ia tularkan lagi kepada orang lain lagi. Begitu terus . Akhirnya sekawanan orang-orang baik itupun menularkan kebaikannya kepada sekawan orang lagi. Itulah yang disebut komunitas. Komunitas orang-orang shalih. Komunitas orang-orang yang baik sebab mereka selalu menyuarakan kebaikan. Good social’s  comunity.

Oleh karena, saya yang menulis pernyataan “Ngeblog Menciptakan Keshalihan Sosial,” saya orang yang pertama percaya. Kepercayaanku ini bukan subjektivitas karena aku yang menulis. Meski tidak sebanding kepercayaan bunda Khadijah atas kabar yang dibawakan oleh suaminya tercinta. Namun ada benang merahnya, kepercayaan saya dengan bunda Khadijah, bukan lahir dari sikap subjektif. Mentang-mentang yang mengabarkan suami tercinta lantas percaya saja tanpa alasan bahwa suaminya  diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Bunda khadijah punya banyak alasan atas kepercayaan yang diyakini itu. Bagaimanakah bentuk dukungan bunda khatijah? Ia tenangkan suaminya yang sedang galau akibat menerima wahyu yang pertama, “……”. Dan untuk meyakinkan dirinya dan suaminya ia datangi pendeta Bukhaira atas kabar kenabian suaminya.

Begitu juga dengan kepercayaan saya atas pernyataan yang aku buat sendiri. Inilah alasanku. Mengapa ngeblog dapat menciptakan keshalihan sosial:

Blogger adalah orang yang menemukan mutiara yang hilang. Mutiara itu bernama tradisi menulis. Tradisi menulis merupakan tradisi orang-orang shalih sezamannya. Orang-orang sezaman Nabi dan Rasulullah SAW. Orang-orang sezamannya para Salafus Shalih, Tabiin, Tab’in-tab’iin. Mereka adalah penulis. Penulis berhati emas. Mereka menyubangkan tulisannya untuk kebaikan umat manusia. Tak ada keraguan atas kebaikan akhlak mereka. Apa yang mereka tulis semata-mata diniatkan untuk kebaikan. Tentu tulisan mereka pun berisi hal-hal baik yang menginspirasi orang berbuat baik.

Hanya blogger baik yang berani berdoa. Blogger yang hatinya baik, pikirannya baik, tentu yang ditulis adalah hal-hal baik juga. Karena hal baik maka ia akan berani dengan terang-terangan menulis apa yang menjadi ganjalan hati dan pikirannya. Ia pun tak ragu untuk berdoa kepada Tuhannya, Allah. Manakala pikirannya sedang mampet ide-ide. Aku jamin deh hanya orang-orang yang baik saja yang berani berdoa.. Penahkah ada doa yang dilantunkan terang-terangan dalam tulisan oleh koruptor? Wong secara diam-diam  dilantunkan dalam hati saja ia tak berani menyebut-nyebut nama Allah. Pasti ia hanya berguman dalam hati ketika hatinya sedang galau “Semoga korupsiku tidak dikonangi oleh KPK,” Nah lho tidak ada nama Tuhan yang disebut dalam gumamannya. Dengan demikian, tulisan-tulisan blogger yang hatinya baik, pikirannya baik tentu tulisannya selalu mengispirasi orang lain berbuat baik pula. Nah kalau yang kita tulis dari hati yang baik dengan disertai keberanian untuk berdoa agar tulisannya baik. Maka tulisan kita menembus batas langit. Penghuni langit pun akan mendoakan kita. Aku yakin itu.

Hal unik yang aku temui ketika aku blogwolking  Dengan satu keyword yang aku ketik di google, “peringat hari ibu” wuah ternyata banyak ragam ulasanya. Banyak sub-sub topik tercipta dari tangan yang digerakkan oleh para blogger yang berhati mulia.Tak terbayangkan berapa komunitas yang terispirasi.

Pernahkah Anda menemukan tulisan pejabat yang pernah korupsi atau sedang menjalankan korupsi? Cobalah kawan ketik di google “ trik sukses agar korupsi tidak ketahuan oleh KPK” Ada tidak? He he ada tidak ya…. Ini artinya yang berpeluang besar pemilik blog adalah para blogger yang berhati mulia.

Menumbuhkan jiwa besar untuk menerima perbedaan berpendapat. Blogwolking yang dilakukan oleh para blogger yang memberikan komentar adalah cermin budaya elegan dari masyarakat berbudaya tinggi. Masyarakat yang dibangun dari pribadi-pribadi yang sholih. Pendapat yang ditulis antara blogger satu dengan yang lainnya dalam menanggapi tulisan seorang blogger sangat beragam. He he sangking tidak bisa mengutarakan dengan banyak kata hingga sang blogger cukup menulis “pertamaxnya.” Hingga bikin bingung pak Sawali aku mesti jawab apa. Namun beragam komentar yang ditulis dengan sudut pandang yang berbeda tidak bikin kita marah. Karena dalam diri pribadi para blogger sadar atau tdak sadar telah dididik secara alami untuk saling menerima perbedaan berpendapat. Berpendapat itu bukan terletak pada benar atau salah sebuah pendapat. Tetapi yang ada kelogisan sebuah pendapat. Lihatlah yang dicontohkan oleh empat imam besar, Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Malik, Imam Hanafi Mereka tidak pernah menghujat tulisan satu dengan yang lainnya. Mereka saling menghormati dan memerima perbedaan. Karena mereka tahu tulisan mereka sama-sama punya alasan atau dalil yang mendasarinya. Inilah yang disebut perbedaan adalah rahmat.

Tumbuh semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairot). Semangat ngeblog satu hari satu postingan, aku jumpai ketika aku bertandang ke blognya pak Sawali, guru mi menulis, om Jay, Jawardi. Dan tentunya masih banyak lagi para blogger yang berkomitmen untuk menulis setiap hari. Mereka berlomba-lomba dalam menulis tetapi satu dengan lainnya tidak merasa tersaingi. Melihat blog yang ramai komentar pun kita ikut senang, he he dan justru kita semakin semangat meramaikan. Karena apa? Produktivitas mereka lahir dari semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan lahir dari sentimen, atau persaingan.

Hayo shobat jangan ragu akan aktivitas ngeblog kita. Ngeblog bukan pekerjaan sia-sia. Karena hanya orang yang baik saja yang berani berdoa dan berbuat terang-terangan, menulis. Menulis apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang akan kita kerjakan. Dan jangan takut atas pendapat orang lain.

 

From → coretanku

2 Komentar
  1. Tulisannya layak diikut sertakan di http://amazzet.wordpress.com

  2. saya setujuuu #penuh semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: