Skip to content

BERUMAH TANGGA; BERTENGKAR MENGAPA TIDAK

23 Juli 2012

BERUMAH TANGGA; BERTENGKAR MENGAPA TIDAK

Membunuh karya sendiri sebuah tidakkan bodoh. Sesederhana karya yang telah kita hasilkan.  Saya pikir dengan mendelete blog  yang sudah saya bangun akan menyelesaikan masalah yang saya hadapi.  Tetapi dugaan saya salah. Tidak hanya kehilangan karya saja, melainkan hilang daya cipta. Sungguh  tumpul terasa otak ini. Memulai lagi menulis terasa mati rasa. Hems sangat mengenaskan.

Ya, ternyata ketika kita baru berselisih pendapat berdebat saja dulu. Silahkan berargumentasi. Mengajukan alasan-alasan saja. Jangan mengambil keputusan dan bertindak pada waktu proses bertengkar yang diwarnai penuh emosional. Bertengkar saja terus hingga sampai dengan pertengkaran yang cerdas. Artinya dari pertengkaran ini akan ada titik temu/kesamaan sudut pandang. Biasanya bila nada pembicaraan sudah berubah, dari bernada tinggi ke rendah, muka merah padam sudah berubah normal, sudah muncul kompromi-kompromi. Ini bertanda hati sudah jernih. Barulah memutuskan suatu perkara untuk keluar dari kemelut yang kita hadapi. Keputusan bertindak hasil kesepakatan berdua. Bukan keputusan sepihak.

Pagi ini pun saya mengalami peristiwa yang esensinya sama persis ketika saya mendelete blog saya. Namun bukan saya pelakunya. Pelakunya teman sejawat saya dengan anak gadisnya. Cerita singkatnya begini. Anak gadisnya mendapat panggilan untuk diterima sebagai tenaga  pendidik di sekolah kami. Tetapi entah kenapa keputusan berubah. Sang anak harus diwawancarai oleh pengurus yayasan (artinya nasibnya bisa diterima bisa juga ditolak). Dalam keadaan emosional sang anak dan ibu memutuskan mundur saja.  Ingat kasus saya yang ceroboh mendelete blog he he saya memberi masukan, “ Bu bila kita dalam keadaan emosi jangan memutuskan perkara. Lebih baik ikuti saja tes wawancara sehingga kita tahu pasti nanti kita diterima atau ditolak. Daripada mengundurkan diri sehingga kita tidak tahu diterima atau ditolak.”

Inilah kenapa mengapa bertengkar menurut saya bukanlah hal yang buruk yang harus kita hindari. Bertengkar dalam rumah tangga adalah biasa, normal. Asal bertengkar yang berujung pada pertengkaran cerdas. Sangatlah lumrah kadangkala dengan pasangan berselisih pendapat. Karena kita punya nafsu. Jadi bertengkarlah selagi ada yang ingin kalian pertengkarkan. Dan jangan tanggung berhenti ditengah jalan. Nanti  Anda hidup seperti musuh dalam selimut.

From → coretanku

3 Komentar
  1. Tanya blogger senior, Bu… Mungkin bisa atasi blog yang di delete.
    Sayang sama kontentnya, layak untuk dinominasikan di Guraru Award..

  2. maafkan saya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: