Skip to content

BAGAIMANAKAH MENULIS ITU

25 Juli 2012

BAGAIMANAKAH MENULIS ITU

Menulis adalah kegiatan kreatif. Kegiatan kreatif yang melibatkan pikiran dan perasaan. Tidak semua orang bisa mengeluarkan uneg-uneg yang ada di hatinya dalam bahasa tertulis. Habis membaca sebuah artikel sering Anda bergumam, “ Sederhana sekali tulisan ini. ” Sepertinya hal yang mudah Anda lakukan juga. Namun ketika mau memulai. Wow sulitnya. Ampun deh. Tiba-tiba mampet baru mengetik satu kalimat. Selanjutnya tidak satupun kata yang keluar. Gagu he he seperti mau bilang cinta pada kali pertama pada pujaan hati, “ Aku cinta padamu. ”

Sudah berkali-kali kita membaca bahwa menulis adalah sebuah keterampilan. Nah lho, maka latihan menulis adalah keharusan. Tanpa latihan rutin sangat tidak mungkin Anda bisa menulis. Bisa menulis bermula dari rajin membaca. Membaca apa saja. Tidak perduli kapan yang kita baca akan kita butuhkan untuk bahan menulis. Membaca saja terus.

Mengapa membaca jalan yang harus kita tempuh. Dengan membaca kosa kata kita semakin banyak. Banyaknya kosa kata yang kita miliki maka banyak pilihan kata untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. Tentu tulisan yang kita buat enak untuk dibaca. Yach, seperti kegiatan berbicara juga semakin banyak kosa kata maka berbicara pun lancar saja. Pendengar sangat asyik menyimak pembicaraan Anda.

Membaca juga memudahkan kita menulis tanpa harus menunggu ide datang. Bila ide belum datang juga bacalah lalu tulis. Tentu saja bukan dalam rangka untuk merangkum. Bukan itu saran yang saya maksud melainkan tutup buku sehabis Anda membacanya. Tulislah apa yang baru Anda baca dengan bahasa Anda sendiri. Masih juga sulit? Ya, awal mula memang sulit. Namun bila Anda mau pasti Anda bisa.

Tunggu apa lagi. Kalau tidak dengan berlatih dan berlatih. Berhenti sejenak berlatih menulis ibaratnya minum obat bagi penderita paru-paru dalam masa pengobatan. Akan ke titik nol lagi. Sayang sekali, bukan. Jadi membaca dan menulis adalah tidak bisa kita pisah-pisahkan bila kita mau menjadi penulis. Anda setuju dengan pendapat saya? Ayuk menulislah jangan meringkas.

From → coretanku

2 Komentar
  1. Sepintas menulis memang mudah tapi pada kenyataanya dibutuhkan sebuah keterampilan untuk bisa menyajikan sesuatu yang enak untuk dibaca. Dan membaca memang sebagai modal utama ketika hendak menulis.

    Salam.., I like this post:mrgreen:

  2. menulis butuh ilmu, tanpa ilmu tidak bisa menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: