Skip to content

Yuk Menyentuh Hati Siswa

9 September 2012

Guru mengajar di kelas-kelas yang memberikan izin untuk mendidik dan mengajar kepada siswa bukanlah lembar ijazah  sertifikasi tetapi para siswa kita. Kita akan diterima mereka apabila kita mampu menghantarkan dunia kita kepada dunia mereka. Sebelum kita membawa dunia kita kepada mereka, bawalah dunia mereka ke dalam dunia kita. Lantas bagaimanakah membawa dunia mereka? Inilah beberapa kiat membuka pintu hati mereka:

1. Sambut siswa di depan pintu

Sedikit berkorban waktu, kita datang sebelum pelajaran dimulai dan sambut siswa kita di depan pintu gerbang sekolah. Menjabat erat satu persatu siswa sebagai langkah melembutkan hati mereka.

2.  Berikan senyuman

Senyum menghilangkan suasana gersang. Betapa dengan tersenyum kepada siswa akan membawa ketenangan jiwa. Bila hati tenang apa yang kita ajarkan mudah untuk diterima mereka. Pengalaman menarik dari rekan guru yang dimutasi salah satu siswanya mengirimi hadiah . Hadiah itu berupa kalimat sederhana namun cukup megusik nurani, “  Tersenyumlah guru ketika engkau mau marah.” Betapa memang tidak enak bila kita disodori wajah marah.

3. Sebutlah nama mereka

Memang sulit bagi guru untuk mengingat satu-persatu nama siswanya. Tetapi bila kita mau usaha Insyallah bisa kok. Caranya? Absenlah siswa Anda sebelum memulai pelajaran. Mengabsen di sini bukan hanya mengetahui mereka hadir atau tidak tetapi mengenal nama mereka. Mengenal nama siswa berguna sekali untuk mengelola kelas juga untuk diterimanya kita memberi pembelajaran. Pembelajaran sulit berlangsung dengan baik tanpa interaksi yang melibatkan hubungan emosi. Hubungan emosi ini akan tercipta diawali dengan mengenal nama. Siswa akan senang bila namanya dikenal guru. Seperti juga kita bila beramai-ramai silahtrurahmi terlibat perbincangan dengan sang tuan rumah di sela-sela pembicaraan nama kita disapa. Bahagia bukan? Begitu juga siswa.

Mari kita memulai dari hal yang sederhana. Semoga dari yang sederhana meredam gejolak siswa kita yang memasuki usia pubertas.

 

From → pembelajaranku

14 Komentar
  1. Wah saya ga bisa membayangkan seandainya dulu guru saya menunggu di depan gerbang dan menjabat tangan saya sambil tersenyum. Bahagia pastinya.

    • bener banget.. karena aku sampe udah lulus gini gak pernah tuh lihat guru yang seperti itu.. hehehehe

      • sekarang budaya ini digalakkan kembali masa dulu murid yang menjemput guru dan membawakan tas lalu berjabat tangan dengan guru niee tapi sekarang gurulah yang harus memberi contoh dulu

    • hal ringan membuat hati bahagia tetapi terkadang tak terpikirkan oleh kebanyakan kita ya Dan

  2. Saya pasti akan ingat jika punya guru seperti ini di masa lalu Mbak Min..Sayangnya gak ada yang ingat. Ini blog baru ya Mbak? Apa kabar?

    • alhamdulillah mbak evi saya baik baik saja. betul blog baru.

      mencoba menyetuh hati dengan yang sederhana semoga ini melembutkan para siswa kami.

  3. terlebih jika guru tersebut adalah perempuan..🙂
    akan lebih terlihat kasih sayangnya.. mungkin agak berbeda dengan yang laki..😀

  4. sewaktu jadi siswa, saya sangat senang jika guru menyebut nama saya… sepele memang, tapi hal tersebut membuat hati saya tersentuh dan senang belajar dengan guru tersebut..

  5. harapan saya juga begitu Gus

  6. wah.. yang seperti ini pasti jadi guru idola. salam kenal ya mba🙂

    • mintarsih28h permalink

      salam kenal hanya ingin memberi yang terbaik mabk lia

  7. Pasti di sekolah Mbak Min guru idola para murid ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: