Skip to content

Memendekkan Masalah

19 September 2012

Memandang anak-anak ketika mereka bersosial dengan temannya sungguh mendatangkan kegembiraan hati. Mereka tertawa. Bekerjaran memperbutkan layang- layang putus tidak akan mendatangkan masalah yang serius bila mereka bertabrakan badan dan menentukan siapa yang berhak mendapatkan dari arena perebutan.

Namun bagaimanakah kalau Anda memasuki lingkungan sosial orang dewasa? Si A bergurau si B menanggapi dengan serius. Akhirnya ada hati terluka. Si C melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas ditegur pimpinan ia tidak mau mengakui kesalahan, malah sibuk cari teman yang melakukan kesalahan yang sama. Kalau ia berani membantah dengan si Bos, “ Bapak tidak aku saja yang melakukan hal ini tetapi Neni, Gita juga melakukan. Kok aku saja yang ditegur.” Lumayan pendek urusannya tetapi kalau si C cari teman untuk mencari dukungan huah tambah runyam dan panjang urusannya. Akan terjadi bahaya latin atau terang-terangan . Dua kubu yang berkonfrontasi terbentuk di lingkungan sosial ini. Maka tidak hanya satu hati yang terluka, namun lebih.

Sebenarnya Jujur saja kalau Anda bersikap sederhana,”mengakui kesalahan” jauh lebih enak. Ketika kita salah ada orang lain yang menegur ya akui saja titik. Tidak usah cari-cari satu dari seribu alasan. He he kita semakin kelihatan tidak cerdas. Semakin beralasan semakin kelihatan salahnya. Dan semakin berat hati menanggungnya. Berhari-hari masalah masih tersimpan di hati. Jadilah si pendongkol. Dan betapa tidak enaknya wajah si pendongkol. Jutek. Kalau sudah jutek apa-apa yang dilakukan oleh teman kita dimata kita selalu salah.

Berlatih mengakui kesalahan sebuah tindakan terpuji. Dampak yang akan kita dapatkan Banyak. Meringankan hati. Juga meriangkan hati. Wajah tentu berseri-seri. Siapa memandang pasti senang. Laksana bunga di taman sari.

From → coretanku, nasihat

7 Komentar
  1. Mengakui kesalahan juga meringankan beban pikiran kalo buat saya. Jadinya bisa lebih fokus untuk memperbaiki apa yang kurang.🙂

  2. mengakui kesalahan dibutuhkan jiwa yang besar,……

  3. irmarahadian permalink

    mengakui kesalahan dan selalu meminta-maaf..

  4. Memendekan masalah itu butuh kebijaksanaaan ya mb Min. Dan tentu saja jg kedewasaan🙂

  5. Indahnua punya jiwa seperti anak kecil ya, Mbak Min..🙂

  6. Ternyata mengakui kesalahan itu berat juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: