Skip to content

Hai …Lihat aku Donk

22 September 2012

Hai …Lihat aku Donk

Kehidupan pascanikah weduh tidak semudah kali pertama menembak sang pujaan hati. Kalau dalam proses mencari kita bisa pilah pilih. Tidak cocok ya bilang aja gak mau. Tetapi kalau sudah nikah, dalam berinteraksi kita menemui hal-hal yang tidak cocok dengan kebiasaan, selera kita dalam pascanikah ya tak bisa bilang “ Kita putus saja. Ternyata kita tidak berjodoh. Kita banyak perbedaanya. Kayaknya sulit deh kalau kita tetap bersatu. Bla bla bla.” Waduh bisa-bisa hidup kita repot berganti pada pasangan siapapun kita akan terjebak pada masalah yang sama, “ Ternyata kita banyak perbedaanya. “ Selalu itu yang menjadi alasan klise bila kita mau putus alias cerai. Pernikahan layaknya ganti baju saja.

Nah bagaimana agar pernikahan Anda tidak pecah sebelum berlabuh di dermaga. Inilah tipsnya agar pasangan tidak berpaling dan pandangan mataya tetap tertuju buat Anda saja. Rumah tangga tetap harmonis:

Selalu mempunyai niat yang baik. Dalam membina rumah tangga tidak ada hitung-hitungan matematika atau nilai ekonomis. Apa untungya bila aku melakukan ini itu pada pasangan. Tidak seperti itu dalam membangun rumah tangga. Berniatlah menikah bukan sarana mendapat keuntungan dari pasangan. Berniatlah nikah itu ingin mendapatkan ridho Allah.

Bermusyawarah.  Menikah adalah menyatukan dua jiwa yang berbeda. Oleh karena itu, semua keluarga pasti menghadapi masalah. Masalah ini timbul karena Anda dan pasangan tercipta dan dididik pada lingkungan yang berbeda. Biasakanlah bermusyawarah setiap menemui masalah. Pengaturan keuangan keluarga, pola mendidik anak, misalnya. Jangan ada perasaan tinggi dan rendah bila menghadapi masalah-masalah seputar ini.

Komunikasi efektif. Komunikasi efektif sangat Anda butuhkan untuk mengkomunikasikan apa yang kita senangi dan tidak kita senangi pada diri pasangan. Berlatih menjadi pendengar yang baik. Jangan sok tahu pada pasangan atau menataplah matanya bila lagi berbincang-bincang sambil sesekali mengajukan pertanyaan untuk mempertajam apa yang dimaui sang pasangan, boleh jadi ia masih malu mengutarakan perasaannya.

Syukur dan Sabar. Obat mujarab bila kita gundah dalam rumah tangga adalah syukur dan sabar. Boleh jadi pada pandangan mata kita buruk tetapi tidak bagi Allah. Kekurangan yang kita temui pada pasangan dihadirkan pada kehidupan rumah tangga adalah untuk menyempurnakan akhlaq kita. lewat sang kekasihlah Allah mendidik kita. Maka bersyukur dan bersabarlah. Bila menemui kebaikan kita bersyukur sebaliknya bila ada kekurangannya bersabarlah. Syukur dan sabar adalah jembatan memadukan idealis dan realita Anda.

Kuatnya hubungan  kepada Allah. Keharmonisan keluarga tidak bisa lepas dari kecerdasan sepritual. Kecerdasan ini akan Anda dapatkan bila kuat mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan_Nya.

Inilah lima tips membangun rumah tangga agar harmonis. Bagaimana kawan mau menambah tips ini?

From → agama, coretanku

14 Komentar
  1. InsyaAllah kalau semuanya bisa dilakukan bakalan langgeng ya Bu.🙂

  2. pokoknya masalah apapun dibicarakan baik2 …, harus bisa selesai ya mbak…
    jangan nau cepat ambil jalan pintas

  3. sungguh lima hal yang sangat indah jika dalam satu keluarga bisa mengamalkannya

  4. lima tips yang kelihatanya sederhana tapi dalam mempraktekanya tidak semudah itu… ya gak Teh ??

  5. Thanks untuk tipsnya, Bu Min. Memang benar kalau sudah menikah, tentu kita tidak mudah lagi mengatakan bahwa kita ternyata tidak cocok.. apa boleh buat terpaksa dicocok-cocokin. Dan tips di atas akan sangat membantu dalam upaya kita mencocok-cocokan diri kita dengan pasangan nikah kita..

    • iya bu dani harus berkomitmen membangun keharmonisan keluarga tanpa komitmen ini sepertinya sulit meraihnya. sama -sama bu dani , saya juga terima kasih bila membaca blog ibu juga mendapatkan ilmu baru.

  6. komunikasi sgt pnting dan tntunya smua dijalankan smata-mata krn ibadah….thx buat tips2nya

  7. Biar kita sudah mengenalnya sebelum nikah, begitu masuk ke dalam lingkup rumah tangga, pasti aja ada ketemunya sesuatu yg tidak kita sukai pada pasangan ya Mbak Min..Pasangan kita manusia biasa dan kita juga, jadi yah, saling toleransi saja deh ya menerima kelemahan masing-masing..:)

    • betul mbak evi sikap tolerasi perlu kita hadirkan. Dari permasalahan yang muncul itulah kita mendidik diri menjadi dewasa. katanya tua itu pasti , dewasa adalah pilihan.

  8. Insya Allah Mbak..

  9. salam kenal… saya suka dengan pernyataan tua itu pasti dewasa adalah pilihan. karena menjadi dewasa seutuhnya itu susah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: