Skip to content

Bisakah Aku Masih Bilang Wow, di Usia 80 Tahun Gitu

26 September 2012

 

Bisakah  Aku Masih Bilang Wow, di Usia 80 Tahun Gitu

Empat puluh tahun kedepan usiaku berkepala delapan masihkah aku bisa bilang suka-suka gue donk. Ini mata, mata gue. Mau aku  buat lihat goyang ngebor memang masalah buat loe. Ini tangan, tangan aku mau buat corat-coret di blog gue, ya terserah aku donk. Ini kan dunia maya beda dengan dunia nyata mau nulis apa pun terserah aku. Buat apa malu nulis status di facebook? Kalau orang ngiri akan status aku memang dari sononya ini orang sukanya ngiri.

Masih bisakah aku bilang dengan gagah suka-suka gue donk bila usiaku delepan puluh tahun? Mataku tak setajam hari ini. Tanganku.Jari-jemari tidak selincah menggerakan menekan keyboard untuk merangkai kata. Apalagi ikut bergoyang. Kaki dan tangan tak aku gerakkan sudah buyuten, weleh-weleh sendiri. Memegang apa saja gementaran. Semua yang aku miliki pasti sudah mengalami uzur. Pada masanya semua pasti sudah keropos. Lebih-lebih kalau terserang pikun.

Ngomong-ngomong tentang pikun hal yang paling aku takutkan . Semoga aku tidak sampai melewati masa ini. Sungguh sangat berat. Berat bagi diriku juga bagi orang lain. Hal unik yang aku jumpai  pada orang-orang pikun adalah karakter /tingkah laku yang dominan pada masa mudanya maka dimasa pikunlah itu yang dikerjakan. Ketika usia gagahnya karakternya suka makan maka pikunnya setiap waktu yang diingat ya makan. Bila mudanya suka jalan-jalan tentu pikunnya pingin jalan-jalan terus.Susah kan siang malam berjalan terus. Sepertin nenek tetanggaku. Satu lagi, nenek belakang rumahku suka ngomong maka pikunnya siang malam ya ngomong terus. Namun ini hanya pengamatanku adapun bukti ilmiahnya saya tidak tahu.

Kembali ke masalah semula masihkan aku punya alasan mumpung masih kuat tubuhku lantas aku bisa berbuat semauku sendiri. Apa urusannya dengan orang lain? Memang manusia punya kebebasan memilih. Mau  jalan taqwa ya silahkan. Pilih jalan fujur/sesat ya monggo. Terserah. Tuhan memberi kebebasan pada kita. Dan tentunya masing-masing punya konsekwen sendiri-sendiri.

Dan aku pikir mending milih yang baik, kalau yang baik itu membahagiakan, mengapa milih yang buruk. Dan blog adalah sarana hidup bersosial, maka tak aku buat corat-coret yang menyusahkan hatiku dan pikiranku. Meskipun hari ini aku bisa suka-suka gue, namun di usia delapan puluh tahun aku akan dipaksa oleh keuzuran jasadku untuk tidak bisa bilang, “ Apa aku harus bilang wow gitu.”

From → coretanku

19 Komentar
  1. memang hari ini ulang tahun ya mbak ?

    kalau ingat usia 80 ingat mama mertuaku mbak, saat umur segitu beliau masih suka jalan jalan setiap hari , masih suka bergerak di luar, masih suka juga berkebun 🙂

    • syukur mbak dengan mamanya yang masih beraktivitas menyehatkan.
      semoga kita terhindar dari penyakit pikun mbak eli

      • Aamiin, makasih mbak.

        pertanyaan ku belum dijawab mbak🙂

      • he he ulang tahun sudah lewat mbak el ini usia sudah kepala empat lebih satu tahun.

      • tak kira hari ini ultah mbak, makanya aku tanya dulu takut salah memberi selamat, ternyata memang salah😛

      • maternuwun mbak el , sungeng malem. mohom izin dulu .

  2. Amiiin Bu Min. Semoga kita terhindar dari pikun nantinya.🙂

  3. Setiap masa tingkat usia menyuguhkan kecantikan dan energinya yang khas ya Jeng. Dengan aktivitas dan kreativitas jeng Min yang tercermin dari blog ini akan mampu menunda dan menekan kepikunan. Selamat berkarya

  4. usia delapan puluh tahun rentan dengan kepikunan, tapi bu dengan biasa menjaga batas batas Nya, insya Allah kita terhindar dari kepikunan itu, saya pernah baca bahwa salah seorang sahabat Rasulullah meski sudah usia senja masih sehat dan tidak pikun

  5. Pikun di hari senja bisa di cegah mbak. Nutrisi yang cukup untuk otak akan membuatnya tetap bekerja maksimal. Tubuh bisa lemah suatu saat nanti tapi tidak untuk otak. Ia terlindungi di dalam tengkorak dengan baik, dan kemampuannya akan dikendalikan oleh yang ia dapat di sana.

  6. waktu akan berlalu dan mengubah apa yang kita miliki saat ini, ya Bu.Mungkin memang kita perlu mempersiapkannya sedikit demi sediit mulai dari sekarang.

    Tentang pikun itu, saya pikir Bu Min benar dengan pengamatannya. Saya juga pernah tahu orang yang pikun mengatakan hal-hal yang menjadi interestnya saat belum pikun – walaupun saya memang belum pernah melakukan pengamatan. Dan baru juga keingetan saat membaca tulisan Bu Min ini..

  7. yg jelas kalo udah 80 meski bisa bilang wow, tapi kayaknya ga bisa sambil koprol #eh?

  8. Mbah buyutku yang bersamaku berumur 85 tahun Mbak, tapi masih tajem ingetanya, masih nyapu halamanku yg luas banget itu, dan masih rajin mengikuti pengajian di sana – sini, aku suka kagum dengan kesehatan beliau.

    Mudah – mudahan dengan menjalani hal – hal baik akan memperpanjang umur “ketajaman pikiran dan kesehatan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: