Skip to content

Sssttt, Bilang-bilang Ya Ini Tentang Saya

24 Oktober 2012

Saya muslim. Sebagai muslim saya percaya apa-apa yang di informasi kan oleh kitab saya. Saya kira perbincangan ini bukan masalah sara. Kepercayan saya ini bukan bermaksud untuk memaksakan kehendak saya agar orang lain mempercayai kitab saya. Salah satunya tentang informasi hakikat manusia. Saya percaya pada berita yang dikabarkan oleh Al Qur’an bahwa manusia ya berasal dari manusia. Bukan seperti yang dikabarkan oleh tokoh biologi, Darwin. Darwin mengatakan bahwa manusia asal mulanya dari kera yang berevolusi.

Adamlah manusia pertama. Adam diciptakan Allah dengan kun fayakun, jadi maka jadilah. Tanpa proses kehamilan. Ia bukan kera tetapi manusia. Tentunya mempunyai perilaku-perilaku manusia. Bukan perilaku-perilaku hewan.

Satu perilaku yang membenarkan bahwa sejatinya saya bukan kera adalah perilaku belajar. Hanya manusia saja yang mempunyai sikap suka belajar. Perilaku ini adalah warisan dari manusia pertama, Adam. Kemampuan belajar pertama ditanamkan kepada Adam adalah kemampuan untuk menyerap dan menganalisa informasi, “ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya…(Qs. Al Baqoroh 31). Keunggulan inilah yang menjadikan manusia sebagai pemimpin. Sayapun suka belajar mengenal benda-benda yang ada di sekeling saya dari bapak ibu saya dan saya lanjutkan sampai sekarang.

Disamping mewaris tradisi belajar menyerap dan menganalisa informasi , saya juga mewarisi belajar untuk melatih kecerdasan emosional. Adam dilatih Allah dengan cara boleh bersenang-senang hidup di surga, namun hanya ada satu larangan; jangan pernah mendekati pohon terlarang. Tetapi Ia gagal. Ia tidak bisa mengendalikan emosinya. Ia tidak hanya mendekati pohon terlarang malah memakannya. Sehingga ia keluar dari surga. He he saya pun begitu belajar kecerdasan emosional. Saya dihadapkan dengan sejumlah larangan dan perintah yang ada di Al quraan. Kadang gagal  kadang berhasil. Terutama larangan Al Quraan tentang ‘ghibah/membicarakan kekurangan orang lain” sering lidah tak bertulang kepleset melanggar aturan ini. Astaghfirullah.

Satu lagi kecerdasan Adam yang saya warisi adalah belajar kecerdasan spritual. Allah mengajarkannya kepadanya tentang istighfar dan bertaubat. Ketika ia melakukan kesalahan ia diperintahkan untuk beristighfar dan taubat. Pun bila kecilnya kesalahan yang saya lakukan beristighfar sementara kalau kesalahan besar ya tidak cukup istigfar harus taubat. (QS. Al Baqoroh 37 ).

Oleh karena itu, apa yang diwariskan Adam kepada saya harus saya jaga. Semangat belajar saya jangan sampai padam. Jangan sampai jiwa saya tanpa cahaya lantaran padamnya belajar. Selanjutnya yang menjadi permasalahan adalah apakah dengan belajar saya berubah perilaku saya? Sebab hakikat belajar adalah berubah.

Apalah artinya saya belajar bahasa bila perilaku saya dalam mengungkapan rasa dan perasaan saya tidak mencerminkan sang pembelajar bahasa.  Begitu juga tidak ada artinya sekian tahun saya belajar matematika bila dalam memutuskan suatu perkara ilmu matematika tidak menjiwai perilaku saya sebagai orang yang belajar matematika.

Mari kawan kita memanusiakan diri kita dengan menghidupkan semangat belajar. Dan saya menucapkan terima kasih kepada kawan bloger. Kalian adalah guruku.

From → agama, coretanku

24 Komentar
  1. Siip min, kita mnusia hrus tetep beljar,terlebih IT yaitu istighfar dan Taubat

  2. teori darwin itu mmg mengada-ada…

  3. Terima kasih Jeng, setiap kita diciptakanNya secara istimewa. Selamat berkarya, Jeng Min salah satu ‘guru’ yang diperjumpakan melalui dunia blog. Salam

  4. because Everybody is my teacher. heheee
    trimakasih mbak mint…
    Isyhadu bi ana muslimin … ^_^ V

  5. Saya juga tidak setuju dengan Teori Evolusi.

    Harus berbenah setiap saat ya Mbak..🙂

  6. emang hanya manusia yang bisa memberi nama benda-benda…

  7. Sesama manusia saling bersosialisasi dan saling belajar, nggak akan pernah ada kata tamat ya…😉

  8. saya terus belajar mengumpulkan atau memperbanyak kata-kata, buat merubah gaya dalam hal menulis. Sedikit-sedikit lama-lama kan menjadi bukit. Klo bahasa-bahasa ilmiah kadang saya agak kagok untuk menempatkannya dalam kalimat…… hehehe

  9. Belajar untuk memperbaiki kesalahan juga ya… karena manusia itu tempatnya salah dan dosa, sehingga harus belajar agar tidak terjerumus ke dalamnya…

  10. setuju mbak Min, kita harus terus belajar dan belajar terus…

  11. membaca blog kawan-kawan juga sama dengan belajar. semangattt …

  12. Semoga kita bisa terus belajar ya mbak…

  13. Setuju Bu Min..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: