Skip to content

Marah Nih Ye…

3 November 2012

Marah Nih  Ye…

Sesabar-sabarnya orang pasti pernah melakukan tindakan marah. Jarang ada orang marah ditujukan kepada  diri sendiri. Pasti bila Anda marah itu karena orang lain telah berbuat yang tidak menjadikan hati mu berkenan. Kalimat pertanyaanya , “Kepada siapakah Anda sering  marah?” Kepada bos Anda atau anak buah  Anda , Anda berani marah  ketika mereka melakukan  kesalahan. He he saya tahu  pasti  jawaban Anda adalah anak buah Anda. Bukan bos Anda.

Ya marah itu sifat yang keluar dari orang yang merasa dirinya tinggi. Maka jarang ada siswa memarahi guru. Guru memarahi kepala sekolah. Anak memarahi orang tua. Prajurit memarahi jendral. Gak ada itu. Orang berani memarahi ya kepada orang yang bersalah dengan kedudukan yang  rendah.

Anak menaruh ember kok bapak kesandung ember ya bapaklah yang marah. Giliran bapak naruh ember anak kesandung masih saja bapak  yang  marah. Huah si bapak memang selalu  merasa benar  jadinya pantas saja dan wajar marah. Kenapa ini sampai terjadi?  Tak lain dan tak bukan karena kedudukan bapak lebih tinggi dengan anak.

Begitulah hakikat marah. Marah itu bagian  ego tinggi kita. Marah adalah sifat sombong . padahal kalau kita ingat-ingat  mereka itu sama dengan kita. Tidak anak. Tidak babu kedudukannya sama , manusia. Manusia tempat peluang untuk salah. Awal penciptaanya pun sama keluar dari tempat yang sama. Gak ada istimewanya , orang tua, guru, anak, jendral, babu semuanya dilahirkan melewati jalan kencing. Sama kan?Adapun bekal  pengetahuan yang dibawa pun sama, nol. Sama-sama belum punya pengalaman/kepandaian apa-apa. Maka tidak ada kejadian bayi merengek tidak mau di keluarkan dari jalan yang berbeda.

Lantas mengapa kita begitu gemar sekali bila anak kita melakukan kesalahan dampratan  yang kita pilih dibandingkan dengan memberi teguran dengan kalimat yang relevan dengan kesalahan yang dibuatnya. Pun bila siswa belum juga paham dengan penjelasan kita ketika bertanya yang kebetulan pas guru menerangkan dia melakukan kesalahan belum bisa duduk tenang lantas guru marah menukas keberanian siswa bertanya. Apa susahnya kalau guru menjawab atau mengulang lagi penjelasannya? Dibanding menanggapi pertanyaan siswa dengan kalimat marah, “ Mengapa tadi kamu tidak mendengarkan, kerjanya main-main saja. Tidak bisa diam. Hargai guru bila sedang menjelaskan bla bla bla…” hi hi hi bisa Anda bayangkan bukan? Tidak konek alias gak nyambung.  Siswa sudah sadar atas kesalahannya dan berani bertanya eh bukannya dijelaskan malah dapat marah. Kapan siswa akan tahu dan bisa mengerjakan apa yang menjadi tujuan pembelajaran?

Jadi kalau diingat-ingat dan dinalar orang marah apalagi yang pembawaannya ingin marah-marah itu tidak logis yach…. Semoga kita terhindar dari tabiat marah.

From → coretanku

30 Komentar
  1. stap marah marah sama anak istri ah….. terimakasih tehnya…

  2. iya ya selama ini marah itu selalu ditujukan kepada yg lebih rendah atau yg lebih muda… Klo yg muda marah ama yg yg tua, dibilangnya songonglah atau ga hormatlah….. ampun dewaaa

    • itulah qom marah bagi orang dewasa itu tercela, seharusnya orang dewasa atau orang yang sudah berkedudukan tinggi itu kan ilmunya sudah tinggi maka kalau orang yang kedudukannya rendah harusnya kalau salah dibimbing ya

  3. jujur aja mbak Min kalo hati sedang damai rasa marah bisa di redam, tapi kalau hati sedang galau susah untuk meredam marah itu, hanya saja semakin kesini semakin belajar untuk bijak menyikapi..

  4. belajar kiat meredam marah yang elegan dan efektif di blog Jeng Min. salam

  5. amiiin, sikap marah, apalagi suka marah2 konon merupakan pertanda kalau orang ybs gagal mengelola emosinya.

  6. marah adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilawan bahkan Baginda Rasulullah mengingatkan kita sampai tiga kali, itu berarti betapa beratnya kita harus melawan sifat marah itu

  7. kalau menurut aku seh yang gak mempunyai kekuasaan juga sering marah kok sama yang di atasnya, tapi karena dia gak punya kekuasaan tadi, marahnya sendirian aja, atau pas gak ada orangnya, hehehehe..

    btw, ikutan GA aku yuks, udah mulai loh bulan ini http://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan🙂

  8. saya kalau udah mulai gelisah mikir suatu masalah, bilang sama diri sendiri “jangan marah!” karena kalo udah marah, susah diredamnya. yang ada makin galau dan hati rasanya empot2an sepanjang waktu. halah halah…😀

  9. Marah mah wajar ya? cuman ada beberapa type . Gampang Marah gampang sembuh, Susah marah Susah sembuh, Susah Marah Gampang sembuh, susah marah gampang sembuh. dst… mana yang bagus ya?

  10. kalau memendam kemarahan bagaimana ya?

  11. terima kasih sudah diingatkan bu…
    terkadang saya masih kesulitan mengendalikan emosi …
    TFS

  12. Marah akan berdampak penyesalan.. Dengan marah pula banyak orang tersakiti…
    Betul tak???

  13. makasih Bu Min sudah diingatkan. Jadi marah sebenernya karena merasa tinggi ya Bu. maluhati saya..

  14. Aamiin..semoga bisa mengendalikan amarah..makasih sharingnya mbak🙂

  15. Makasih di ingatkan Mbak Min,…tapi kadang2 marah itu diperlukan juga lhoo…kalo gak malah bisa jadi penyakit hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: