Skip to content

Bukan Tua-tua Keladi

23 November 2012

Program sertifikasi yang digelontorkan pemerintah untuk meningkatkan mutu dunia pendidikan mendapat banyak tanggapan. Tanggapan itu berasal dari guru maupun masyarakat. Sementara tanggapan guru yang belum memenuhi jenjang sarjana pun beragam. Salah satunya mereka berujar, “ Ah sudah tua masak sekolah lagi, masak berpikir lagi.” Ya, jadinya ketika mereka harus melanjutkan studi lagi melakukannya setengah hati. Dan akhirnya kadang sang dosen memaklumi ketika mereka diberi tugas dengan elakkan bernada klise, “ Kita sudah tua, Pak. Sulit Pak harus baca-baca materi lagi.”

Sesungguhnya orang yang paling beruntung adalah guru. Profesi yang selalu menuntutnya untuk senantiasa belajar dan belajar. Profesi yang tidak statis. Setiap tahun siswa yang dihadapi selalu berubah dan berubah. Mau tidak mau harus membekali ilmu untuk dapat mengelola kelasnya dengan baik. Bila tidak tingkat kepercayaan anak didik akan berkurang.

Perpikir dan berpikir inilah membuat guru awet muda. Otak sesungguhnya barang uniq yang kita memiliki, semakin kita gunakan semakin tajam. Kebutuhan otak adalah ilmu. Dan Ilmu akan kita dapatkan dengan jalan membaca. Menelaahnya sehingga dapat kita gunakan untuk mengatasi persoalan guru dengan siswanya. Dengan ilmu  akan membuka cakrawala kita luas. Sehingga tidak bersempit dada bila satu cara kita tempuh dalam mengatasi masalah gagal, akan kita tempuh dengan cara yang lain.

Para siswa gaduh di kelas. Mereka lebih asyik bermain lempar kapur, bercoloteh, bercanda ria. Situasi ini tidak bisa diatasi dengan kemarahan guru. Guru semakin marah, mereka semakin tidak simpati. Jangan harap mereka akan menurut kepada kita. Situasi kelas yang tidak konduksif membawa suasana batin guru tertekan

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain guru selalu menimba ilmu. Perkembangan IT yang sangat pesat harusnya kita sambut dengan antusias. Tidak ada kata terlambat..Bahwa belajar adalah hak kita. Bila Anda ingin hidup di dunia bahagia tempuhlah dengan ilmu. Begitu juga menginginkan hidup bahagia di akhirat mulailah dengan ilmu. Jika kedua-duanya, dunia dan akhirat yang kau inginkan juga hanya dapat Anda raih dengan ilmu. So hanya dengan ilmulah derajat kebahagiaan akan terwujud. Tunggu apalagi? Usia tua masih belajar tidak masalah tetap saja berhak menuntut ilmu.

From → coretanku

45 Komentar
  1. Banyak orang yang hanya berlabel “guru” sekarang mbak, alasannya hanya karena PNS enak, gak usah repot buat urusan gaji, dan bla bla bla. Padahal menurutku banyak sekali masalah yang harus diselesaikan diluar itu, apalagi masalah pendidikan sudah meluas, dan kompleks. Semoga banyak yang terlahir sebagai pendidik yang sejati ya mbak, yang terus berusaha meningkatkan pendidikan tanpa melihat materi. I hope.🙂

    • betul yoga seharusnya mental ini harus dirombak. apalah artinya progam bagus kalau yang dipikirkan hanya menuntut hak yang selalu ingin berubah dari waktu ke waktu sementara kewajiban sebagai pendidik monoton.

      • Saya juga agak miris mbak ngeliatnya. Kayak misal masalah non teknis pendidikan di pedesaan, gak mungkin juga program 9 tahun bisa goal semuanya kalo gak ada turun kesana buat menyelesaikan masalah itu. Gimana menurutmu mbak?

        Oh ya nih mbak, sya juga sedang mencoba mendirikan yayasan pendidikan di tempat tinggal saya sama temen-temen, mohon doanya juga semoga bisa tercapai goal yang kita canangkan.🙂

      • semoga sukses yoga. sangat senang ada anak muda yang berdedikasi pada dunia pendidikkan. yang mana dengan segala keterbatasan sistem pendidikan indonesia. apa yang kita bisa berbuatlah, kapan lagi kalau tidak memulai

      • Kebanyakan temen-temen perintis berasal dari non pendidikan mbak, ini juga miris, yang pendidikan malah pada gak mau.😦

        Barangkali mau liat infonya bisa dilihat di sentirfoundation.org mbak. Masukan dan saran, yoga tunggu.🙂

      • terima kasih infonya yoga.

      • Salut buat Yoga…acung jempol 4 Ga…

  2. Saya sudah tua, nih masih menuntut ilmu di blog ini. Guru……… jasamu sungguh tiada tara.

  3. maaf bu saya bukanlah guru, tapi menurut saya menuntut ilmu itu memang wajib sampai mati, terlebih jika seorang guru yang harus membina dan mendidik para siswanya, bisa kita bayangkan jika seorang guru males untuk menuntut ilmu dengan alasan sudah tua.

  4. Guru yang digugu dan ditiru, menempatkan pengajaran sebagai bagian dari hakekatnya. selamat terus menimba dan berbagi ilmu Jeng Min. Salam

  5. jadi kangen mengajar lagi nih mbak🙂

  6. makin tua harusnya makin jadi, eh ini mah makin tua makin merugi hehe…..

  7. sependapat bu… untuk mereka yang begelut dengan dunia pendidikan memang harus selalu di upgrade ilmunya …
    Salam

  8. Bangga deh Mb Min, yg menulis catatan ini seorang guru. yah agar tak menua dng sia2 aebaiknya kita belajar terus ya Mbak. kita hanya berhenti belajar saat tutup mata🙂

  9. ada pengunjung yang mirip namaku juga ya Bu.
    saya masih tetap bersedia belajar, kalau tidak mau belajar guru justru akan ketinggalan banyak informasi seputar mata pelajaran yang diampunya

    • iya pak ada yang sama namanya dengan jenengan.
      guru tetap berguru agar dapat mengasuh anak didik dengan bijak

  10. Asal jangan gurunya sibuk ngurus sertifikasi, trus muridnya malah sibuk tawuran…

  11. Wah..salut banget dengan tulisan Bu Min yang mengajak ini. Tua usia memang sama sekali bukan berarti bahwa kita sudah cukup belajar dan nggak perlu belajar lagi. Belajar adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita tinggalkan jika kita masih tetap mau hidup. Belajar dari mana saja, dari siapa saja dan kapan saja.

    Dan benar sekali.. apalagi buat seorang guru yang mengelola system pembelajaran terhadap anak didik, tentu kebutuhan akan belajar meningkat berkali-kalil ipat untuk memastikan kecepatannya yang lebih tinggi dibandingkan anak didiknya ya Bu..
    Sukses selalu Bu Min..

    • makasih bu Made, iya Bu Made ilmu berkembang sangat cepat kita bisa ketinggalan denga anak didik kita.

  12. hem…
    sertifikasi sudah tepat sasaran belum ya?
    jangan-jangan hanya uang jasa pengabdian saja…

    hehe
    😀

  13. setuju mbak Min….. ilmu gak akan habis, belajar gak ada batasnya…

  14. Apalagi guru di Jakarta, gajinya setingkat manajerial lho. Belum kalau sertifikasi. Bisa kaya raya.

  15. aduuh..pngn ngajar lagi…kelas dua SMP paling enak..:D

  16. mengajar anak ABG apalagi ya, butuh kesabaran luar biasa🙂

  17. Otak yang jarang digunakan berfikir malah akan cepat pikun, oleh karena itu sekolah lagi setelah usia tua nggak masalah koq. Kalo akang kepengen kuliah lagi tapi terbentur masalah biaya hiks hiks

  18. Tapi Guru PNS sekarang banyak yang kaya raya Mbak…apalagi setelah program sertifikasi digelontorkan..jadi banyak yang pingin jadi guru…cuma sayang, kadang guru sejati itu sangat jarang ditemukan pada era kini..😦

    Ironisnya para Guru yang belum diangkat atau honorer sungguh memprihatinkan keadaanya.

  19. Bner banget Bu. belajar adalah hak kita. Rugi kan kalau kita sudah tidak mau menggunakan hak kita lagi…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: