Skip to content

TAHUN BARU ITU IBARAT MAIN SEPAK BOLA

2 Januari 2013

TAHUN BARU ITU IBARAT MAIN SEPAK BOLA

Tahun baru itu ibarat nonton bola. Coba Anda lihat berapa banyak orang menonton pertandingan dua kesebelasan. Mereka menanti siapa yang menang dan kalah dalam pertandingan antar kesebelasan. Satu bola diperebutkan untuk ditendang ke sana kemari agar masuk ke gawang lawan. Yang berhasil menggolkan bola kegawang lawan akan bersorak sorai, sedang yang kalah kecewa, menunduk, mengatur strategi, dan tetap semangat untuk melanjutkan sampai pertandingan selesai.

Tahun baru. Dalam rentangan waktu yang lumayan panjang, dua belas bulan kita bertanding untuk suatu kemenangan dan kesuksesan. Dalam mencapai kesuksesan ada yang sudah tercapai ada yang belum. Dalam kesuksesan ada tawa, senyum semangat kebahagian yang menimbulkan semangat baru untuk menciptakan rencana kerja baru lagi yang tentunya target yang ingin diraih lebih tinggi lagi. Sementara dalam kegagalan sedih hadir meliputi hati kita. Kadang cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk bangkit dari kegagalan.

Begitulah pergantian tahun baru, secara kasat mata memang tidak ada bedanya. Setiap tahun pasti ada dua belas bulan. Yang membedakan tahun kemarin dengan tahun ini adalah tendangan-tendangan yang sudah kita lakukan. Berapa banyak tendangan yang sudah kita lakukan menciptakan gol kemenangan. Atau hanya berputar-putar saja tak sampai-sampai menuju gol kemenangan.

Sesungguhnya dalam kehidupan kita kemenangan dan kekalahan sama saja. Seperti kesebelasan sepak bola. Kesebelasan yang menang dan yang kalah toh tetap sehat semua. He he bener kan kawan. Apakah yang kalah itu tidak bersungguh-sungguh dalam lari-lari di lapangan? Apakah pernah ada pesepak bola yang terjun ke lapangan  yang larinya ogah-ogahan? Apakah ada seorang kiper dari tim kesebelasan yang kalah duduk manis menunggu gawang? Tidak, kan. Mereka, baik yang menang dan yang kalah sama-sama berjibaku untuk menciptakan gol-gol kemenangan.

Begitu juga dalam kehidupan nyata kita, kalah dan menang (sukses dan gagal) seharusnya kita maknai sama. Semua baik adanya dalam mewarnai kehidupan kita. Jika dalam rentangan satu tahun kita banyak menemukan kesuksesan atau kenikmatan sikap yang kita hadirkan pada diri kita adalah bersyukur. Dan jika dalam satu tahun kita banyak menghadapi kegagalan atau bencana maka kesabaran adalah hal yang patut kita hadirkan dalam jiwa kita. Sesungguhnya semua urusan baik sukses (baca kenikmatan) dan kegagalan (baca bencana) adalah semata-mata ujian.

 

Kesuksesan yang dapat kita capai bukanlah atas kepandaian yang kita miliki. Kesuksesan yang dihadirkan pada diri kita adalah uluran dari banyak tangan-tangan kecil dari orang yang menyayangi kita dan yang kita sayangi. Atau bahkan dari uluran tangan orang-orang yang tidak ada dalam pikiran dan perasaan kita, tetapi kehadiran mereka menyokong kesuksesan atas nikmat yang kita dapatkan. Lantas dengan alasan apa kita tidak bersyukur?

 

Sementara kegagalan atau bencana adalah kesuksesan yang tertunda saja. Kegagalan adalah imun kita agar kita dapat meraih kemenangan yang lebih. Tak ada klub sepak bola yang menang terus atau kalah terus. Kemenangan dan kekalahan selalu digilir. Jadi mengapa kita tidak bersabar menunggu kemenangan kita di tahun depan.

 

Yach…Mari kita songsong kesuksesan kita di tahun 2013 ini. Layaknya pesepak bola yang terjun ke lapangan. Menggenggam semangat kemenangan. Oh yei!!!

From → coretanku, kataku

35 Komentar
  1. Jika kesuksesan dimaknai sebagai upgrading proses, maka menang ataupun kalah tidak menjadi masalah.

  2. Selamat tahun baru Bu Min..🙂
    Mari kita sambut tahun ini dengan penuh semangat..🙂

  3. mari bu kita songsong berrama semoga sukses di tahun 2013……

  4. ok bu buat rencana yang matang….

  5. kalau nyontek nilainya dikurangi satu lho bu…

  6. Selamat tahun baru bu.
    Semangat jelang kesuksesan demi kesuksesan lainnya ya…

    Setuju loh sama tulisan ibu. Kesuksesan kita itu juga atas bantuan tangan2 kecil di sekitar kita – kadang malah tak terlihat.

  7. setuju mbak Min, kalah menang itu kan hasilnya, yang penting bagaimana kita menempuh caranya, proses untuk menang..
    mau dengan jalan baik atau buruk..

    semoga tahun ini kita semua menang hehe *trus ngalah siapa😆

  8. Semangat 2013,hahaha. .

  9. Aku setuju dengan tulisan anda. Hidup adalah perjuangan tanpa henti, jadi tak ada alasan untuk berhenti berjuang supaya kita menjadi pribadi yang lebih baik.🙂

    • setuju dengan komentar anda, berjuang selagi ada umur. meski jelang kiamat kita masih diperintah tuk nanam biji kurma

  10. semangat!

  11. taahun baru semangat baru🙂

  12. selamat tahun baru mbak Min,,,,

    perjuangan tak pernah mengenal akhir…

    ayo kita jalani tahun baru dengan penuh semangat dan terus berjuang…

  13. Selamat tahun baru Mbak Min…semoga kita selalu di beri kemudahan, kenikmatan, dan kesuksesan yang barokah. Amin.

  14. sepakat mbak dengan uraiannya … Met tahun baru mbak Min

  15. maternuwun mbak el
    smoga di tahun ini kita semakin arif

  16. mampir, menghirup semangat di blognya bu Min
    sekalian silaturahiim, assalamu’alaikum

  17. selamat tahun mbak Min … semoga tahun ini lebih sukses, aamiin

  18. aje gileee analisa luar biasa nich dengan memakai sepakbola sebagai kerangka tulisannya. Sepakbola dikenal sportivitasnya, kalah menang itu dalam permainan. Coba ada Mbak Min lainnya, saya yakin demokrasi di Indonesia cepat majunya…… kerennnnnn🙂

    • iya begitulah hidup qom, Allah itu hanya menilai prosesnya bukan hasilnya. tetapi sayangnya kita kadang gak nyadar terpaku pada hasil,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: