Skip to content

Pola Asuh Anak: Biarlah Tetap Bening Jiwa Anakmu

16 Januari 2013

Hal yang menarik ketika saya baca biografi Hamka. Namun, lupa-lupa ingat deh apakah tokoh ini yang saya baca. Tetapi yang jelas sepenggal kisahnya saya masih ingat dan menarik untuk saya simpan dalam memoriku. Kisahnya itu istri Hamka mampu mengubah keadaan yang nelongso menjadi membahagiakan buat anak-anaknya yang masih kecil. Menurutku dialah istri yang sangat cerdas. Pasalnya atap rumahnya yang bocor mengguyur rumah mereka ketika hujan turun. Beliau tidak menutut apalagi menyalahkan kepergian suaminya yang meninggalkan rumah dalam kondisi rusak. Begitu sigapnya ia mengubah keadaan kelabu menjadi Desember ceria. Diambilnya ember dan kertas.Begitu ember sudah penuh dengan air ia ajak anak-anaknya membuat perahu kertas. Bermain-mainlah merek dengan perahu kertas.

Sepenggal kisah lagi yang aku ingat dari biografi tokoh dunia yang difilmkan. Film itu diberi judul Singa Padang Pasir. Umar Mochtar begitulah nama yang tercatat dalam kisah itu. Seorang pejuang yang gigih melawan penjajah dibumi tercinta. Ia pejuang yang gagah dan juga lembut hatinya kepada anak-anak. Disela-sela memimpin peperangan, Beliau tekun mendidik para anak pejuang untuk baca tulis juga ajaran agama. Nah, ketika dikabarkan ada salah satu dari ayah anak yang sedang belajar dengannya meninggal dan ibu tak tahan menahan sedih. Menangis dihadapan anak, sang Singa Padang pasir dengan sigapnya menggandeng anak dan diajaknya sang anak berkeliling, bergembira dari tenta satu ke tenta lainnya.

Inilah dua kisah yang bisa saya tarik benang merahnya. Betapa jiwa bersih sang anak jangan sampai kita kotori dengan kesusahan dari kisah perjuangan sang ayah. Sang ayah yang pergi meninggalkannya bukan untuk mengukir kisah hidup manusia yang remeh temeh. Tetapi menegakkan keadilan dan kebenaran. Maka kisah pahit dari eses perjuangan. Kesempitan ekonomi hingga nyawa taruhannya tidak akan melukai jiwa bersihnya bahwa berlaku di jalan yang benar bukan hal yang patut disesali.

20 Komentar
  1. inspiratif sekali bu Mint, terimakasih sudah berbagi…πŸ™‚

  2. setuju bu min, berlaku di jalan yang benar tak perlu ditakuti,,,,,,

  3. Benar sekali, jangan ajak anak larut dalam kesedihan, biarkan tetap bening.

  4. Tapi kadang anak jadi korban, padahal ia tidak tahu apa-apa.

  5. ikut nyimak lagi mbak Min

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mintarsih…

    Saya mengkagumi cara Ummi Hajjah Siti Raham binti Endah Sutan dalam mendidik anak-anaknya seramai 10 orang itu. Sungguh menginspirasikan. Saya punya buku Bapak Hamka, mbak. Buku “HAMKA” PUJANGGA ISLAM KEBANGGAAN RUMPUN MELAYU – menatap peribadi dan martabanya, tulisan anak beliau, H. Rusydi Hamka.

    Masya Allah, sikap Ummi Siti Raham sangat mempesonakan dalam mendidik anak-anak yang ramai saat Bapak Hamka sibuk berjuang membela bangsa dan agamanya. Saya jadi terharu dan ingin mengikuti jejaknya dalam mendidik anak-anak dengan cara berhemah.

    Cerita Omat Mukhtar juga sudah dua kali saya tonton dan sangat bagus untuk dijadikan sempadan dan teladan dalam mendidik anak-anak. Zaman moden ini, ramai ibu bapa mendidik anak secara keras dan tidak punya diplomasi sehingga anak-anak menjadi derhaka dan liar. Semoga Allah menjauhi kita dari pendidikan sedemikian. Aamiin.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.πŸ˜€

  7. Waktu mambaca, saya tidak terpengaruh judul. Awalnya saya pikir akan di tekankan tentang seorang ibu, eh ternyata salah setelah membaca paragraph akhir..hihihi..:mrgreen:

    Manis sekali penguraianya.πŸ™‚
    Apakabar Mbak..

  8. Sangat bjaksana..

  9. Sepatutnyalah kita mencontoh Beliau…semoga yaa Mbak Min.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: