Skip to content

Manis Racun

4 Februari 2013

Manis Racun

Nenek tua itu

Tertatih-tatih menyinggahi

Pemakaman kembaran cucunya

yang belum sempat mengenyam

manis madu racun kekuasaan

nenek tua mengelus nisan

berdesis lirih terderak angin semilir perkuburan

hanya hukum ini saja yang menghentikan kepala dan kaki polah cucuku

sebab tangan keriputnya tak kuat mencubit lagi

tebal pantat, telinga cucunya

From → puisi

6 Komentar
  1. Bagus puisinya. ah andaikan puisi ini dibaca para penguasa dzolim itu Bu. Etapi ga terlalu pengaruh juga ya sepertinya..

  2. matinya nurani sehingga tidak lagi bisa merasakan

  3. Bagus,terakhirnya lucu…

  4. bagus banget puisinya😀

  5. hihi, bener tuh. kelakuan2 pejabat korup juga hanya bisa dihentikan dgn kematian😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: