Skip to content

Masih Ada Peluang: Jangan Khawatir Bahagia Masih Berpihak

15 Februari 2013

Masih Ada Peluang: Jangan Khawatir Bahagia Masih Berpihak

Kata siapa membahagiakan anak harus mempunyai uang. Tanpa uang pun Anda masih bisa untuk  bersenang-senang. Tidak harus pergi jauh-jauh ke puncak kalau Anda hidup di daerah di luar Jawa Barat untuk membawa anak-anak Anda dekat pada alam sementara kantong  Anda pas-pasan. Tidak masalah tanpa uang sepersen pun masih bisa.

Kenyataannya anak-anak Anda itu sangat cerdas untuk mencari kesenangan. Nalurinya masih polos untuk menerjemahkan pada apa yang disebut bahagia. Ia masih lugu belum terkontaminasi seperti kita orang dewasa dalam mengartikan kata bahagia. Padanya bahagia tidak melulu dengan kantong tebal, baju bagus, pergi tamasya harus dengan mobil. Tidak. Mereka memahami bahagia dengan cara yang sederhana.  Sedehana sekali. Ya, sederhanana sekali. Semua yang ada baginya itu sangat menakjubkan. Tanpa kecuali. Jadi apa saja yang ditemukan pada pandangannya sangat indah, aneh, unik, dan wow kira-kira itulah yang dalam alam pikirannya. Apa yang ditemukan semuanya sangat menakjubkan. Dan layak mereka bersenang-senang dengan barang temuannya.

Inilah yang ingin saya sampaikan . Betapa Anda itu beruntung mempunyai anak-anak. Anak-anak itu tidak menuntut macam-macam. Mereka  keinginannya sederhana saja. Apa saja itu menyenangkan. Terkadang kitalah yang membuat sederhana jadi rumit. Ya, contohnya ingin bahagia harus banyak syarat. Harus kudu punya duit, pergi bersenang-senang ujung-ujungnya harus punya duit. Pendek kata tanpa uang kita tidak bisa menikmati pada apa-apa yang membawa kita kepada kesenangan. Kebahagiaan.

Apa susahnya kita ikuti alur pemikiran bocah-bocah polos dalam mengartikan kata bahagia. Kalau kantong kita masih pas-pasan sementara kita punya idealis tinggi untuk membahagiakan dunia anak. Tidak usah menunggu hari anak lantas kita ajak ke Dufan. Tidak. Kelamaan itu. Anda bisa bertamsya setiap hari. Menghabiskan uang? Oh tidak. Lantas ke mana anak-anak kita ajak bertamasya?

Seperti inilah saya membawa tamasya anak-anak saya. Saya ajak mereka  Pergi ke sawah . Ku biarkan dia menceburkan diri di pematang sawah untuk mencari ikan. Hasil tangkapannya, ia amati dan dianalisis. Ha ha ha benar-benar seperti  analis yang baru di ruang lab. Menajubkan bukan?

0914100809a

Atau saya tentu saja dengan ayahnya, mengajak ke luar desa yang lumayan terpencil dari kota sehingga menangkap suasana baru. Ya, saya pilihkan ke rumah teman saya yang rumahnya di desa di luar desa saya. Teman yang mempunyai binatang ternak, tanaman buah yang siap kami petik he he dasar otak gratis. Lumayan kan bisa bersenang-senang layaknya di kebun binatang.

0917100927

Bisa juga menikmati taman kota. Paru-paru kota pun bisa kita manfaatkan untuk bertamasya. Nah, kalau ini pakai uang. Tak apalah. Tidak usah banyak-banyak. Cukup dua lembar bernilai  sepuluh ribu rupiah. Belikan tahu petis dan es krim. Aku duduk manis dengan sang ayah sambil nyowel tahu petis, mereka berkejar-kejaran. Lumayan kan melepas penat meraka habis UAS. Sudah puas bekerjaran, yup pulang ke rumah, yang sebelumnya membeli es krim ke toko yang sengaja kami pilih agak jauh dari taman kota. Berkeliling naik sepeda motor. Wah,  asyiknya.

1216121925

Dan kata siapa bahagia harus berkantong tebal? Bahagia itu tetap memihak pada kita. Karena kemiskinan, tidak bisa tamasya? Tidak akan. Ini kata ku. Bagaimana kata Anda?

 

From → coretanku, kataku

17 Komentar
  1. Lihat foto fotonya jadi kangen kampung halaman nih

    Bahagia itu mudah kok mbak, suamiku bilang membuatku bahagia itu gampang, diajak gowes ke pinggir kali tiap sore buat nonton sunset sudah jingkrak jingkrak aku😀

  2. bahagia itu sederhana ya…
    makasih atas sharingnya.

  3. Bener banget Bu Min, bahagia itu gak harus mengeluarkan uang. Bahagia itu sederhana. 🙂

  4. sesekali di ajak pit2an neng krawang mba, ndelok sawah😀 … iku ceduk’e podo nggonku😆

  5. bahagia, tak selamanya bersanding dengan harta, bahagia adalah bagaimana kita menciptakan peluang dan biaya yang ada.

  6. Bahagianya ananda pergi bersama ayah bunda, berlarian di taman, mengamati aneka satwa, sekaligus mengembangkan kecerdasan kinestik dan naturalistiknya. Salam bahagia

  7. Ini mah aku bangeetttttt Mbak Minnnnnnn !!!!! # kayaknya kita sama nih, tipe ibu kreatip ( gak gitu kere tapi kreatip kekekekekek )

  8. Pola pikir membangun seperti inilah salah satunya menjadi dasar berdirinya sekolah-sekolah alam.
    Saya senang dengan konsep bahagia seperti yg dilakukan mbak Min, membuat otak terbuka dan menggali kreativitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: