Skip to content

Ah, Minder Ngak Lah Yau

26 Maret 2013

Saudaraku, pagi ini mungkin kita mengalami hal yang berbeda. Jika pagi ini saya hanya bisa menatap redup sinar matahari, boleh jadi Anda sedang hangat bermandi sinar matahari. Atau malah dinginnya salju masih betah menemani Anda.

Tidak itu saja, masih ada banyak perbedaan yang kita alami. Baik perbedaan yang mutlak harus kita terima atau karena pilihan yang kita ambil. Perbedaan warna kulit, umur, suku mau tidak mau harus kita terima. Agama, kepercayaan yang kita pilih pun tidak mesti sama. Ada agama Islam, Budha, Hindu, Kristen yang bisa kita pilih.

Namun, semua perbedaan yang kita miliki satu hal yang tidak berbeda adalah kasih sayang manusia. Kasih sayang yang dianugrahkan sang Maha Pencipta inilah yang menjembatani semua perbedaan yang ada diantara kita.

Selama kasih sayang tidak tercabut dari hati nurani kita maka segala perbedaan tidak masalah. Hidup tidak  banyak cingcau. Kita tidak mudah dikibas- kibasi atas nama SARA.

Kita berjalan di atas perbedaan membangun peradaban yang harmoni. Dan kita sadari bahwa diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling mengunggulkan atas ras kita. Namun, karena budi pekerti kita menjadi tinggi antara satu dengan yang lainnya. Jadi tidak ada alas an untuk minder kalau kebetulan kita tercipta dengan postur mungil,warna kulit hitam, dan rambut kriting. Doi tetaplah ciptaan Tuhan yang paling manis.

 

From → nasihat

10 Komentar
  1. Berbeda-beda boleh tapi tetap junjung toleransi🙂.

  2. hai gini minder ? rugi ya mbak😛

  3. apapun bentuk dan warnanya kan sama sama indonesia😀

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mintarsih…

    Allah Yang Maha Mencipta dengan bijaksananya memberi perbedaan kepada manusia sebagai anugerah dan nikmat yang mencukupi keadaan ciptaan-NYA. Oleh itu, kasih sayang walalu tidak dapat dicapai dengan sama rata, tetap menjadi jalan utama untuk mempersaudara dan merapatkan hubungan walau di belahan bumi manapun kita berada. Seperti kita juga mbak. Tidak pernah melihat dan bersapa tetapi merasai kasih sayang itu hanya di maya. rasanya ada dan cukup indah dirasai.

    Salam sayang dari Sarikei, Sarawak.😀

  5. ciieeeeeee….. bnr sob……mantaaffff

    Salam persahabatan selalu dr MENONE

  6. bersyukur dan menerima diri kita sebagaimana adanya🙂

  7. emang masih ada yaa orang minder di jaman kayak gini? hihi
    setau saya malah orang-orang sekarang kebanyakan pada narsis *termasuk yang komen haha😛

  8. Ingat “Bhinneka Tunggal Ika” ya Mbak…
    Lagi pula seperti apapun diri kita semuanya ciptaan Yang Kuasa. Jadi, bila menghina seseorang karena bentuk fisiknya, ya sama saja menghina ciptaan-Nya.

  9. rasa minder meski sudah dilawan terkadang masih juga hadir dalam diri kita, kalao kita mau jujur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: