Skip to content

Rembulan Tersenyum

21 Oktober 2013
Rembulanpun memaksakanku untuk tersenyum
meyakinkan diri, seperti ia mampu menghadirkan bayangku
meskinya ia cukup membuatku menerang wajahku
bahwa aku sudah terlalu lama menyimpan rindu
 
 

From → puisi

6 Komentar
  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mintarsih….

    Saya suka nukilan kata dari Rembulan Tersenyum dari mbak Min. Asyik sekali membaca dan tidak sedar diri ini tersenyum juga. Tanpa paksaan dari bulan.😀 Lama sudah saya tidak lihat bulan, mbak. Harap mbak Min sedang tersenyum sekarang. Pasti hati akan bahagia. Salam manis dari Sarikei, Sarawak.😀

    • walaikum salam wr. wb.
      wah makasih banyak atas sukanya mbak fat salam manis dari kudus

      • Sama-sama salam manis dari Sarikei, mbak Min.
        Apa di sana sedang musim hujan ya.
        Bisa dibuat puisi tentang hujan pula mbak. Hujan menangis😀

    • betul mbak fat nih sudah ada hujan di kudus, hems terasa segar. wah kalau buat kata mutiara nan indah mbak fat itu jagonya , hayo mbak fat yang mulai buat puisi hujan hehe nanti saya akan ngikut

  2. sudah sangat lama rasanya saya tidak berpuisi, membaca disini terasa ikut tersenyum menikmati rembulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: