Skip to content

Semestinya Aku

4 Desember 2013

Semestinya Aku

Aku lautkan rindu
Pada gelaran sajadah
Delepan belas tahun lalu
Kau payungkan tangan tersunting doa
Penawar sifat burukku
Tetap,
 
Aku layarkan cinta
Disetiap dayungan terhempas cemburumu
Yang mengajariku arti memiliki
Meski,
 
Dan sembilan belas tahun
Aku ingin perahu layarku tak karam
Bukan aku pelanjut kisah asmara dana
Antara Qabildan Habil
Memaknai cinta di atas seraut wajah jelita bagi si tampan
Hingga,
 
Kini, pada jarak satu centi kau lebih muda
Dari sembilan belas tahun yang lalu
Karena kita bebaskan cinta mencahayai kasih
Lalu,
Buat apa kita masih mematut-matut
Andai kita seperti mereka tentu dekat dengan bahagia
Tidak.
 

From → puisi

One Comment
  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Mintarsih….

    Maaf, baru membalas kunjungan kerana berwisata.
    Semestinya Aku memberi gambaran kehidupan yang sepatutnya kita fahami dan lalui dengan cara yang bermakna agar setiap yang berlaku dalam hidup kita dipandang mempunyai hikmah di sebaliknya.

    Salam manis selalu dari Sarikei, Sarawak.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: